Taiwan Mobile, kartu OK, melawan kartu SImpati Telkomesel–kartu nomor mobile telepon: kedaluwarsa tapi di extend otomatis

Taiwan Mobile, kartu OK, kartu nomor mobile telepon: kedaluwarsa tapi di extend otomatis

Bulan ini aku punya pengalaman menyenangkan dari Kartu OK, Taiwan Mobile. Di bulan ini tanggal berapa endak ingat, harusnya kartu ku expired. Tapi ternyata setelah aku cek, dia si perusahaan Taiwan Mobile tidak menghanguskan kartuku, tapi meng-extend otomatis selama enam bulan ke depan; dan saldo pulsaku masih tetap. Aku sudah berlangganan kartu ini selama tiga tahun lebih.

Pengalaman menyenangkan ini mengingatkan ku kembali dengan pengalaman pahit yang disuguhkan oleh kartu telepon SIMPATI dari Telkomsel Indonesia. Nomorku waktu itu masih aku ingat, karena cukup cantik, 08122728821, dan juga nomor ibuku yang sudah lupa, tapi keduanya mengalami nasib naas yang sama. Keduanya mengalami hangus yang tidak bisa di-recover.

Catatan ini tidak bermaksud sama sekali untuk menjelek-jelekkan Simpati dari Telkomsel, tapi untuk pelajaran bagi kita semua, sesama umat manusia. Tapi kalau nanti orang penting dari SIMPATI Telkomsel kok tiba-tiba mengetahui postingan ini, terus menyadari kekhilafan perusahaan simpati dari Telkomsel di masa lalu terhadap nasip kartuku dan kartu ibuku, lalu atas nama perusahaan Beliau meminta maaf dan memberi ganti rugi, atau mengaktifkan nomorku dan nomor ibuku dan mengembalikan pulsa yang dulu dia hanguskan, ya itu bisa lebih baik.

Waktu itu adalah jaman ketika hape Siemens model S4p, hape yang ada sedotannya panjang, masih biasa dipakai orang. Dan saya sendiri waktu itu memakainya dengan kartu simpati dari Telkomsel dengan nomor di atas, juga Ibuku juga memakai hape itu juga dengan kartu simpati dari Telkomsel.

Kedua nomor itu biasa kami isi ulang secara bareng-bareng sehingga hari kedaluwarsa keduanya sama.

Nah, pada suatu hari aku kelupaan untuk mengisi, sehingga aku tahu kalau hangus baru sehari setelah hari kehangusannya. Tiba-tiba aku melihat di layar Siemens S4P tulisan Telkomsel sudah tidak ada lagi. Terus sinyal hilang. Lalu aku sadar, o ya, aku baru ingat kalau harus mengisi ulang kartu. Dan harga voucher waktu itu belum ada yang eceran kecil-kecil, adanya baru 100 ribuan rupiah setiap kali isi ulang. Kalau tidak salah ingat, aktif satu bulan, tenggang satu bulan.

Lucunya pula, sehari atau beberapa hari sebelum tanggal hangus, lha kok tidak ada pemberitahuan bahwa kartu akan hangus.

Ya sudah, karena kelupaan kartu kami berdua hangus. Namun aku mencoba datang ke grapari di jalan Sudirman dekat toko buku Gramedia Yogyakarta siapa tahu bisa aktif kembali. Di depan customer service grapari telkomsel Yogyakarta aku mengaku apa yang telah terjadi terhadap dua kartu kami. Kami juga memberitahu bahwa saldonya tidak sedikit, masing-masing sudah bersaldo satu jutaan rupiah karena setiap isi ulang waktu itu 100 ribuan dan kami menelpon jarang-jarang.

Costumer service bertindak dengan sangat baik, mengikuti prosedur dan peraturan standar yang berbunyi yang sudah hangus ya sudah, tidak ada ampun, dan tidak ada jalan untuk mengaktifkan lagi, apalagi untuk mengembalikan pulsa yang hangus meskipun jumlahnya sangat banyak menurut ukuran waktu itu yakin total 2 jutaan rupiah untuk dua kartu. Menurut peraturan saat itu, jalan untuk mengaktifkan satu-satunya adalah dengan cara bermigrasi dari prabayar ke pasca bayar dengan catatan harus mau saldo pulsa tetap nol, yakni, yang hangus tidak bisa-direcover, (karena saya tidak suka pascabayar option ini saya tolak).

Pelajaran apa yang bisa kita ambil?

Kejadian pelanggan Telkomsel kartu Simpati di atas yang merugi karena tidak ada lagi peluang (dan nilai tawar pelanggan) untuk mengaktifkan kembali nomor cantiknya, untuk mengeklaim tabungan pulsa, merugikan pelanggan yang sudah berlangganan bertahun-tahun (kesetiaan bertahun-tahun tidak dihargai gara-gara lupa dan terlambat hanya satu hari) ternyata bisa dihindari kalau saja pihak SIMPATI menganut paham seperti yang baru saja di bulan ini dianut oleh penyedia layanan telpon mobile Taiwan Mobile (Kartu OK), Taiwan.  Padahal saldo saya di kartu OK hanya 100 TWD dan saldo ini pun tidak hangus, juga waktu aktif di-extend enam bulan ke depan.

Mengapa Tekomsel / kartu simpat jaman dulu bisa seperti itu?

Alasannya mungkin adopsi peraturan saja yang kaku dengan mengikuti program komputer secara kaku tanpa reserve. Padahal secara pemrograman, kejadian di atas bisa diatasi, semisal, dengan melihat kejadian yang saya alami dengan kartu OK saya. Misal bisa begini, kalau pelanggan sudah berlangganan selama sekian tahun atau pelanggan sudah rajin mau mengisi pulsa secara akumulatif sebanyak sekian ratus ribu, maka bila pelanggan terlambat sehari, kartu pelanggan tidak usah hangus, tapi cukup diblokir sementara saja. Setelah pelanggan meminta maaf lewat grapari, misal dengan mengisi formulir tertentu dan/atau denda sekian rupiah, pelanggan bisa mengaktifkan kembali nomor kartu cantiknya dan saldonya pulih kembali (atau saldonya pulih kembali dengan potongan sekian persen). Apa sulitnya membuat program seperti ini?

Sekali lagi, catatan ini adalah untuk pelajaran buat kita bersama untuk peradaban masa depan yang lebih baik dan lebih manusiwai, bukan peradaban kaku yang mesin-i atau yang komputer-i bagi dunia komunikasi mobile.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s