Pertukaran, pergantian antara siang dan malam

Bergantinya siang dan malam adalah tanda bagi orang yang berakal.

Di siang hari umumnya orang adalah beraktivitas, baik aktivitas fisik, akal, maupun psikis. Aktivitas ini memerlukan pasokan tenaga yang cukup. Tukang becak mengayuk becaknya ke sana ke mari sambil membawa penumpang. Sopir taksi menyetir taksinya dengan membawa penumpang. Guru menerangkan sesuatu di depan papan putih. Murid-murid duduk di depan guru memerhatikan apa-apa yang dijelaskan oleh guru.

Banyak aktivitas siang yang bisa ditulis di sini. Kalau semuanya diceritakan di sini, tidak akan habis-habis.

Setelah siang berganti malam, aktivitas terhenti, umumnya orang beristirahat, tidur.

Begitu terjadi secara otomatis, meskipun tidak sepenuhnya, karena pergantian siang dan malam, asal mulanya merupakan pemicu orang beraktivitas siang dan beristirahat malam. Belakangan ditemukan penerangan, sehingga perbedaan siang dan malam mulai berkurang. Setelah ditemukan penerangan listrik, di kantong-kantong kota-kota tertentu terjadi kehidupan malam. Di sana banyak berkeliaran orang-orang malam.

Setelah ditemukan pabrik, demi mengejar keuntungan sebesar-besarnya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, waktu malam juga digunakan untuk aktivitas orang-orang bekerja di pabrik dengan sistem kerja shift dan atau lembur. Muncul juga orang-orang malam yang bekerja di pabrik. Demi memenuhi tuntutan orang-orang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, diusahakanlah bus-bus malam, penerbangan-penerbangan malam. Di sana banyak sopir, pilot dan kru yang beraktivitas malam

Dari fungsi default malam untuk beristirahat dan siang untuk beraktivitas, kini beberapa orang mulai terbalik. Malam untuk beraktivitas, siang untuk beristirahat. Sehatkah ini? Diperlukan tinjauan dan penelitian khusus, untuk meneliti fenomena ini. Dugaan saya, karena ini menyalahi keadaan default nenek moyang, bisa jadi orang-orang yang berkehidupan terbalik seperti ini bisa jadi mengalami ancaman ganggunan tertentu. Gangguan apa itu? Entahlah, aku tidak tahu. Ini cuma dugaanku saja.

Aku jadi berandai-andai. Andai saja tidak terjadi pergantian siang dan malam, betapa irama kehidupan menjadi tidak indah lagi. Betapa orang akan merindukan pagi hari dengan suara ayam jago berkokok bersahutan, suara kicau burung di pepohonan. Betapa orang akan merindukan malam yang kelam, sunyi senyap. Malam untuk melepaskan lelah beristirahat.

Selagi masih ada pergantian dan perputaran siang dengan malam, mari kita berusaha sedapat mungkin untuk menjalaninya secara alamiah. Kita manjakan tubuh dan jiwa kita dalam buaian malam. Kita gerakkan diri kita dalam aktivitas siang, demi mengejar kerelaan dari Tuhan Alloh swt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s