Ulang Tahun, Apa Itu?

Tidak tahu, benarkah ulang tahunku sekarang? ataukah bulan kemarin?

Sedari dulu sampai hari ini, aku tidak pernah menganggap “hari” ulang tahunku sebagai hari yang harus diumum-umumkan dan dirayakan dengan makan-makan dan minum-minum. Belum pernah pula aku merayakannya bersama kedua orang tua dan saudara-saudaraku. Belum pula bersama anak-anak dan istri.

Pernah di ulang tahun yang ke berapa, aku menulis spontan, menghasilkan cerpen yang bisa tembus di koran Kedaulatan Rakyat Minggu. Waktu itu, ide mengalir begitu saja dan jadilah sebuah cerpen. Hanya itu, dan ulang-ulang tahun yang lain tidak (belum) pernah kejadian itu terulang.

Tak peduli yang benar bulan kemarin atau bulan ini, aku sempatkan diriku untuk menulis di blog ini. Tulisanku akan berisi renungan, perhitungan, apa saja yang sudah kulakukan sampai sekarang, apa saja yang masih ingin dicapai, beserta harapan-harapan lain supaya aku bisa berbuat lebih baik dan lebih bermakna, dan harapan akhirnya lebih makin disayang oleh Tuhan Alloh swt.

Yang sudah pernah kulakukan

Intinya sampai saat ini saya lebih banyak berputar-putar, mondar-mandir, ke sana ke mari, tertiup angin,  mengikuti arus. Setidaknya saya bisa bilang, ada segmen kehidupan yang telah mendominasi sehingga saya menjadi seperti saya saat ini. Ungkapan ini ungkapan rasional. Kalau secara hakekat, lain ceritanya.

Secara hakekat, semua yang telah terjadi adalah telah terjadi dan secara suka rela harus diikhlaskan. Harus diikhlaskan apakah ini artinya terpaksa diikhaskan? Apakah ini berarti tidak ikhlas? Ok, semuanya yang telah terjadi dan aku alami aku ikhlaskan. Kata harus aku hapus. Dengan ini, dengan menyebut AsmaMu yang agung Ya Allah, aku mengikhlaskan diri untuk menerima semua kejadian yang telah Engkau perkenankan untuk terjadi pada diriku ini. Ampuni aku kalau bisaku hanya sampai begini-begini saja. Aku yakin Engkau tahu apa saja yang terbaik buat diriku.

Aku syukuri semua yang telah Engkau perkenankan bagiku untuk menjalani, mengalami, merasakan, “memiliki”, menyadari, dan seterusnya. Semoga semua ini menjadi hikmah dan menjadi berkah bagiku untuk menempuh dan menjalani sisa-sisa hidupku.

Selanjutnya bagaimana?

Selanjutnya, aku hanya ingin berjalan dengan senantiasa berkonsultasi denganMu Ya Allah. Target ini memang tidak mudah bagi aku yang masih seperti ini ini. Tapi aku pernah dengar, target harus diungkapkan antara lain dengan menulis seperti ini.

Harapan utamaku aku ingin berjalan di jalanMu Ya Allah. Aku tahu ini adalah ungkapan yang sampai detik ini aku belum selalu bisa menjalaninya. Tapi ini adalah harapanku mulai sekarang dan seterusnya aku ingin konek senantiasa denganMu Ya Allah. Aku tahu Engkau selalu konek denganku. Hanya saja aku yang sering tidur dan tidak menyadari konentivitasMu ke aku.

Aku akan semakin meningkatkan kesadaran konektivitas ini. Aku akan berusaha terus untuk meningkatkan kepekaanku dalam menangkap isyarat-isyarat bahwa Engkau memang dekat dan teramat dekat denganku.

Sementara itu untuk urusan dunia, aku juga ikut denganMu Ya Allah. Untuk mencukupi dan memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak dan istri, aku terus berikhtiar untuk mendapatkan jalan Ya Allah. Berkahilah ikhtiyarku dan berhasilkanlah ikhtiyarku. Buatkanlah untuk anak-anak dan istriku tempat tinggal yang layak bagi mereka dan yang membuat mereka bangga dan bersyukur. Wujudkan untuk mereka kendaraan yang layak buat mereka dan aku kendarai ketika kami butuh berjalan-jalan dan bersilaturahim ke sanak saudara dan rekan-rekan.

Bimbing mereka Ya Allah untuk bisa memahami Cahaya IlmuMu. Jauhkan mereka dari paham-paham yang bisa meracuni hati-hati mereka dari mengenalMu Ya Allah. Tanamkan Cahaya IlmuMu ke dalam hati-hati mereka Ya Allah. Perjalankan mereka sedemikian hingga mereka mengalami pertemuan dengan orang-orang sholeh yang senantiasa Engkau lindungi dan rahasiakan. Perkenankan orang-orang sholeh tersebut untuk memahamkan rahasiaMu kepada anak-anak dan istriku Ya Allah.

Aku juga Ya Allah, sirami aku dengan Rahasia IlmuMu. Dekatkan aku dengan orang-orang sholeh yang Engkau lindungi dan rahasiakan. Perkenankan mereka untuk memahamkan RahasiaMu kepadaku. Amiin.

Kuatkan aku untuk tetap konek denganMu, tak peduli di mana aku sedang berada. Mudahkan aku untuk senantiasa berhubungan dengan orang-orang yang Engkau pilih, kasihi, dan sayangi Ya Allah.

Ya Allah, kedua orang tua kami dan mertua kami, selamatkan mereka. Bahagiakan mereka di dunia ini dan di akherat nanti.

Ya Allah, rekan-rekan kami, tambahkan berkah bagi mereka ya Allah.

Ya Allah, setiap orang dan makhlukmu yang nanti aku temui (dan hubungi, baik face to face maupun lewat media lain), Ya Allah selamatkan mereka.

Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s