Mengomentari tajuk republika tentang sdia & modnok

Klipingna ada di sini:

aids-dan-kondom-republika-02-12-2009

Mereka mereka (oknum pemerintah merestui, artis menjalankan, dsb pihak mendukung) menjalankan aktivitas kampanye modnok? bahkan sampai di tempat-tempat umum dan di sekolahan anak-anak kita?

Saya hanya akan ber-brainstorming:

  • Mereka tidak tahu yang mereka lakukan. Terutama artis, kebanyakan artis kita menonjol di tampilan luar, namun mereka tidak memperkaya diri dengan pemikiran mendasar di balik perbuatan yang orang-orang lakukan. Kelemahan ini menjadi mudah diperalat oleh industri kesyahwatan.
  • Peran raja kesyawatan. Industri syahwat belakangan, kita semua tahu, marak di mana-mana. Dulu adanya cuma di kota-kota besar, tapi kini sudah merambah di kota-kota gurem bahkan sampai di desa-desa terpencil di gunung-gunung. Ini juga tidak lepas dari peran TV syahwat yang jangkuan pancarannya bisa sampai ke mana-mana, bahkan ke puncak gunung tertinggi sekalipun.
  • Sebenarnya tumpuan harapan adalah di tangan pemerintah. Kalau saja pemerintah bisa tegas dan bisa berpikir cemerlang dalam menanggapi setiap isu sosial, ketrucut peristiwa kampanye modnok di sekolah-sekolah bisa dihindarkan.
  • Guru dan kepala sekolah juga harus berperan. Namun, guru juga manusia yang pikirannya juga bisa dengan mudah dipengaruhi oleh media dan alam sekitarnya. Pernah kan Anda dengar ada guru lubac? Ya begitulah.

Pelajaran yang bisa diambil: realitas kampanye modnok di tempat umum dan sekolah-sekolah telah terjadi. Berita pelarangan perbuatan ini di negara-negara maju juga sudah dipaparkan dengan baik di tajuk Republika. Nah, sekarang tinggal tugas setiap pihak: dalam konteks individu maupun istitusi untuk mengambil pelajaran, dan untuk mencegah perbuatan publik yang musem ini agar tidak terulang lagi di masa-masa mendatang?

Mungkinkan tidak terlulang kembali esok?

Saya tidak bisa menjawab, tapi usaha memperbaiki diri dan masyarakat mesti terus kita lakukan tanpa ada hentinya. Gerakan bawah tanah dan di atas tanah pembela kesyahwatan telah menabuh genderang perang baik dengan sembunyi-sembunyi maupun dengan terang-terangan. Inilah kesempatan bagi yang masih terbuka mata hatinya untuk sedikit berbuat untuk mengajak kepada kebaikan, yang tentu dengan hati yang jernih dan dengan penuh keikhlasan, serta dengan cara-cara yang smart.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s