Biar seru, sandiwara, ketoprak, drama, opera sabun, sinetron sekarang pakai tumbal

Biar seru, sandiwara, ketoprak, drama, opera sabun, sinetron sekarang pakai tumbal.

Pernah dengar enggak? dulu sandiwara yang pupuler sebelum ada tv adalah ketoprak. Digelar di lapangan, para penonton terpusat perhatiannya pada akting para pembawa peran di atas panggung.

Setelah itu televisi jadi populer, khayalan orang dituangkan dalam cerita sinetron bersambung yang kedahsyatannya hampir menyaingi narkotika dan obat-obatan terlarang. Yang sudah kecanduan, akan merasakan dampak sakit batin luar biasa bila ketinggalan satu atau dua episode.

Sekarang orang bilang jaman tambah edan. Orang bikin sandiwara malah pakai tumbal. Siapa yang tidak tahu kisah Noordin Markotop. Kisah ini sangat mendebarkan! sangat menyedot konsentrasi sebagian besar masyarakat. Mengapa? ya karena orang merasa tegang terutama dalam proses pembunuhan korban yang mau dijadikan tumbal, yakni Mbah Noordin Markotop.

Beginilah kira-kira adegan penggerebegan itu. Pimpinan pasukan mengomando, “Ayo siap-siap kepung! Di situlah rumah tempat Mbah Noordin Markotop bersembunyi, ayo segera dikepung.”

Lanjutnya, “Ayo para kameraman siap untuk shooting!”

Lanjutnya lagi, “Noordin, kamukah itu yang bersembunyi di situ?”

Sahut yang di dalam rumah, “Iya ini aku Noordin 100 persen aseli sudah siap bersembunyi di sini.”

Komandan: “Kamu siap aku tembak ya? Kamu siap-siap mati saja ya?”

Suara dari dalam rumah, “Iya bos Beres! Aku sudah siap, biar aku terkenal karena diliput oleh banyak saluran televisi.”

Komendan: “Ayo pasukan, tembak …!”

Pasukan yang sudah siap dengan senjata-senjatanya pun memuntahkan peluru ke sebuah rumah gubug itu.

“dor … dor … dor.”

“dor … dor … dor.”

Komendan: “Sudah mati belum Noordin?”

Suara dari dalam: “Sudah, aku sudah mati.”

Kumendan: “Pasukan, tembaki lagi!”

“dor … dor … dor.”

“dor … dor … dor.”

Bunyi tembakan bertalu-talu.

Kumendan: “Noordin, kamu sudah mati belum?”

Tidak ada jawaban.

Kumendan: “Noordin, kamu sudah mati belum, sih?”

Tidak ada jawaban.

Kumendan: “Ooo, dasar teroris amatiran, ditembaki gitu saja langsung mati.”

Kumendan berjingkat-jingkat masuk menghampiri gubug itu. “Nah, ini dia biang terornya. Dua sudah kita tembak mati!”

Kumendan terus pidato: “Hari ini adalah hari kemengangan kita. Kita bangga bisa karena telah berhasil menangkap gembong teror kaliber top dunia, Noordin Markotop. Setelah dia kita bunuh, negeri ini sudah aman. Gembong teror sudah kita bunuh. Ayo pasukan bubar. Ayo para kru televisi bubar, pulang. Tugas kita sudah selesai.”

Masyarakat pun ikut senang telah menyaksikan siaran langsung sandiwara pembunuhan gembong teroris kelas kakap Noordin M Top alias Markotop. Masyarakat kini sudah bebas dari rasa takut dan teror. Masyarakat tidak peduli siapa sebenarnya yang dibunuh itu. Masyarakat sudah yakin bahwa yang dibunuh itu memang Noordin M Top mengingat dari dialog di atas dia memang sudah mengaku dengan terus terang bahwa dia adalah 100% Noordin M Top.

[Sorry lho pembaca sekalian, karena aku bukan tukang buat skrip cerita sinetron, dialog di atas tampak sangat kaku. Tolong dung, kamu-kamu yang jago bercerita, ayo keluarkan imajinasimu, bikin dialog proses pembunuhan Noordin M Top yang lebih seru.]

One response to “Biar seru, sandiwara, ketoprak, drama, opera sabun, sinetron sekarang pakai tumbal

  1. Sebelum diserbu kan ditanya dulu oleh pasukan densus 86 antitekor, Siapa didalam ?, kucing apa noordin.
    Jawabnya Noordin, jadi diserbulah ia dg berondongan senjata beratnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s