Santer -pesantren terbang, santri terbang, payaman, magelang

Entri ini aku buat untuk menjebak al ustradz al ghuquliyyah agar ikut memasukkan tulisan ini ke dalam hasil pencarian di webnya.

Program Santer, Santri Terbang, atau Pesantren Terbang, saat ini sudah tidak terdengar lagi. Ini terbukti setiap saya sholat di masjid-masjid di Yogyakarta, tidak ada lagi poster-poster yang menawarkan program SANTER ini.

Di jaman dulu Santer (Santri Terbang, Pesantren Terbang, Payaman, Magelang) pernah diadakan beberapa kali. Bahkan di Yogyakarta terbentuk kantong-kantong Santer, yang waktu itu disebut SANPUS, Pesantren Kampus, Santri Kampus. Sanpus itu ada antara lain di Klebengan D14D, di rumah sewa Mas Miyadi. Ada juga di Terban, berupa sanpus putri Terban. Ada juga di Kompleks Polri Balapan, Jalan Solo. Ada juga di Mundusaren, dekat UPN. Pernah juga ada di sekitar Jalan Kruwing Kruing Janti.

Kyai yang mengajar waktu program di Payaman antara lain Kyai Ahmad Muchlisun, Kyai Mansyur, Pak Ahmad Nur Majid, Pak Mawali, Mbah Roil, Pak Yang Nyebrang jalan itu, yang rumahnya Lantai 2, Pak Putranya, … dan masih banyak lagi yang lainnya. Saat ini kayaknya yang masih sugeng adalah Pak Lisun, Mbah Mawali, dan Pak Ahmad Nur.

Penguat di Yogyakarta, saat itu namanya follow up, adalah Pak Farid Yafie, Pak Muhamad Muhammad Thoifur, Pak Ahmad Muzammil, Bib Syarif Mashur Ridho, Ridlo, dsb.

Penggagas awal adalah Pak Abdul Haris dan Pak Muhammad Syaifudin, serta Pak Adi Magna. Kini Beliau tidak tahu aku rimbanya.

Anggota inti (wah kok inti, maksudnya yang pernah menghuni sanpus di Yogyakarta) waktu itu antara lain adalah Aris Nasuha, Dwi Condro Triyono, Heru Santosa, Ahmad Wahyudi, Rudi Eko Raharjo, Suratman, Nugroho Dwi Priyohadi, Amri, Bey Laspriana, Edi Supriyono, Slamet Raharjo, Imam Tarunojoyo Tarjono, Karnadi, Adi Sulastono, Choerul Anam, Khoerul Anam, Choerul Anam, Supriyadi, Andang, … Abri Sujoto Sudjoto )

Ajaran santer adalah ajaran moderat. Moderat bukan modal dengkul dan aurat, tapi pertengahan lah. Santer tidak mengajarkan bom bunuh kediri ala isu Nordin Markotop.

Pendeknya umur santer adalah karena memang konsep nya terkalahkan oleh konsep yang diusung dari Hizbut Tahrir (HT), dari Bogor. Wajar lah santer sekarang sudah koid. Namanya juga makhluk, ada batas umurnya, bisa panjang bisa pendek. Hizbut Tahrir dimasukkan ke Santer lewat perantara ustadz Ismail Yusanto.

About these ads

9 responses to “Santer -pesantren terbang, santri terbang, payaman, magelang

  1. assalamualaikum,
    saya tertarik informasi ini, mungkin bisa dijelaskan kontribusi santer (pesantren terbang) pada perkembangan dakwah kekinian semacam “tarbiyah dan hizbut tahrir”. khususnya di jogjakarta. trima kasih.

  2. salam

    mestinya dihidupkan lagi, jangan hanya diterbangkan oleh hate, sejarahnya kan semangat silaturahim dengan pihak pesantren, kang heru yang di bppt kok malah cenderung ke hate, sementara hate sendiri saat ini disibukkan dengan skenario menjadi partai politik lokal indonesia..

  3. assalamualaikum, kang anam dan mas nugroho
    piye kabare, masyaallah wis nang ndi wae iki. bicara santer malah kelingan jaman rikolo semono, yah sekarang tinggal kenangan karo kang anam mas nugoho DP. Ya semoga semangat para pendiri santer ada yang memnculkan lagi, no partisan tetapi kukuh dengan “menjembati dunia pesantren dan Kampus”, moto kita dulu
    dimana sekarang kang anam dan mas nugroho sekarang?

  4. Kami sekarang tinggal di Depok – dengan istri pertama (Mumun Siti Munawaroh) dan empat anak …call 08122710063 – alhamdulillah masih ingin memperjuangkan kembalinya kehidupan islam dalam naungan khilafah islamiyah…(QS. An Nur: 55; Bisyarah Rasulullah… tsuma takunu khilafah raasyidah ‘ala minhajin nubuwwah..;ijma’ shahabat …
    dan.. ternyata betul ilmu yang kami terima yang diajarkan oleh para guru/kyai kita saat kita ngaji di santer ilmu yang bermanfaat…amal jariyah guru2 kita…

  5. alhamdulillah….. gemblengan di santer sangat kurasakan manfaatnya kini. walaupun sekarang santer tinggal kenangan dan telah bermuara ke HT……

  6. alhamdulillah, kok malah asyik membicarakan nostalgia ya…, semoga ini manjadi rasa kangen menikmati suasana pesantren dan bebarengan kembali untuk muhasabah, maklum dunianya sudah lain. Kalo dulu semangat dan idealismenya melampaumi batas umur, namun sekarang umurlah yang telah melampau batas idealisme, atau boleh dikata realitas sebenarnya kita alami saat ini, boleh jadi sudah “futur’ kata temen2 idealis.

    Bersyukur dan doa yg tak terhingga atas ilmu yang bermanfaat dari para ustadz, guru, kyai semoga menjadi amalan sholikhah, amin. Banyak alumni santer merasakan nikmat gemblengan diwaktu itu dan masih membekas hingga saat ini, paling tidak semangat ini menjadi patron transfer kepada anak2 kita untuk lebih baik daripada orangtuanya, amin.

  7. Dua kutub ini ternyata saling menjatuhkan. Salah satu buku yang saat ini disebar untuk menjatuhkan HT adalah:

    http://darulfatwa.org.au/languages/Indonesian/Al-Tahtheer_Min_Hizbul_Ikhwan.pdf

    Tapi saya baca di pengantar, ada bagian yang tidak akurat yakni ini:

    “Bukti lain bahwa tujuan Hizbut Tahrir adalah
    menodai citra Islam dan menjauhkan orang dari Islam
    adalah peristiwa yang belakangan terjadi di London, yaitu
    pengeboman terhadap bis-bis oleh pelaku bom bunuh
    diri dari kalangan Hizbut Tahrir.”

    (halaman 4, paragraf bawah).

    Setahu saya, tidak ada ajaran kekerasan di HT, apalagi bom bunuh diri. Karenanya, kalau ada anggota HT, silakan untuk berkomentar tentang hal ini (isi dari paragraf yang saya kopi itu).

    Ada pula buku lain, yang tidak terkait HT:
    http://darulfatwa.org.au/languages/Indonesian/Kitab_Al-%5EAqidah_print3.pdf

  8. sukandar semarangan

    SANTER memang mengesankan, memberi banyak pelajaran. sayang sekali umurnya tak panjang. aku dah ketemu pak wisnu. pak jam’an dekat rumahku.

  9. Alhamdulillah…..ketemu dengan sahabat-sahabat lama di Santer. Sungguh pengalaman luar biasa ngaji di payaman. kang Wisnu, kang Kandar, Kang Anam, bgm kabarnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s